Selasa, 16 Januari 2018

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM LIFE CYCLE

Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) disebut juga Siklus Hidup Sistem Manajemen Pengetahuan. Pada saat ini dalam suatu organisasi terutama didalam dunia kerja sering terjadi regenerasi. Dalam regenerasi pasti akan mengalami suatu kejadian-kejadian dan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda, regenerasi dari tiap organisasi akan selalu terjadi.
Generasi yang baru perlu mengetahui apa-apa saja yang telah dilakukan, dialami, dan pernah terjadi di organisasi, agar perkembangan organisasi dapat lebih baik dan kesalahan yang terjadi dapat lebih kecil, dengan dibekali pengalaman, pengetahuan, data, dan dokumentasi-dokumentasi lainnya mengenai organisasi tersebut pada generasi-generasi sebelumnya. Bila tidak ada knowledge management, maka pengalaman-pengalaman, dan ilmu-ilmu yang telah di dapat oleh orang-orang sebelumnya akan terbawa dan hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
Contohnya adalah sebagai berikut : Sebuah Dinas Pemerintahan Daerah mempunyai seorang pegawai yang sudah lama bekerja bertahun-tahun, mulai ketika ia menjadi staf biasa, hingga mendapatkan jabatan sebagai kepala seksi pada suatu dinas tersebut. Jenjang waktu yang ditempuh pastinya tidak sebentar, oleh karena itu pengalaman yang didapat dan kemampuan yang dimiliki dibidangnya pun tidak sedikit, katakanlah telah mengalami berbagai proses pembelajaran (seminar, diklat, sertifikasi, dll) kemudian apabila pengetahuan yang dimiliki oleh satu orang pegawai ini tidak didokumentasikan, maka ketika pegawai tersebut telah habis masa jabatannya, maka penggantinya harus mengalami proses dari awal lagi, semisal, mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari awal lagi melalui diklat dan pelatihan-pelatihan yang sama dengan seniornya terdahulu, yang mana pasti memakan biaya dan dari segi waktu kurang effisien. Karena Itulan tercipta sebuah sistem yang sering dikenal manajemen pengetahuan atau dengan istilah Knowledge Management System Life Cycle.
Knowledge Management System Life Cycle mempunyai fungsi yang hampir sama dengan SDLC(System Development Life Cycle) yakni sebuah siklus sistem dalam membangun suatu suatu proyek. yang membedakan antara SDLC dan KMSLC adalah pendekatan yang dipakai, yaitu :
Pada pengembangan dengan SDLC (Conventional) pengguna mengetahui permasalahan namun tidak mengetahui solusinya. Karena Kontribusi user terhadap system hanya sebagai informasi. Dalam sistem yang masih SDLC (Conventional) adalah pengetest-an sistem dilakukan pada akhir dari sistem ( setelah sistem berjalan )
Pada pengembangan sistem dengan KM Life Cycle pengguna dianggap ahli dalam area pengembangan sistem, sehingga tahu betul masalah yang dihadapi dan solusi pemecahannya. Hal disebabkan karena User/Pengguna/Expert sebagai pengetahuan atau expertise. Sedangkan sistem yang sudah menggunakan KM System Life Cycle, pengetestan sistem dilakukan dari awal siklus sistem.

Dalam membangun sebuah Knowledge Management System, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, diantaranya:

Culture
Tantangan dari sisi culture atau budaya melibatkan orang – orang untuk membagikan knowledge yang dimiliki, membuat orang tersebut bersedia untuk berbagi dengan orang lain tentang knowledge yang dimiliki. Untuk knowledge developer, salah satu skill atau kualifikasi yang dibutuhkan adalah agar para ahli berbagi tacit knowledge yang dimiliki, sehubungan dengan area dari KMS yang akan dibangun. Tantangan dari sisi culture atau budaya lebih kepada bagaimana cara untuk melakukannya, daripada cara teknikalnya.

Knowledge Evaluation
Hal ini melibatkan penilaian atas knowledge (people, file, dokumen, database¸dll) yang ada di dalam perusahaan, untuk menentukan domain serta ruang lingkup dari proyek KM yang harus dikerjakan. Hal ini akan berdampak pada proyek itu sendiri.

Knowledge Processing
Di sini, harus ditemukan bagaimana para ahli membuat sebuah keputusan, berdasarkan knowledge yang dimiliki. Hal ini adalah tantangan yang sangat penting yang akan mempengaruhi kualitas sistem KM yang akan dibangun.

Knowledge Implementation
Knowledge Implementation adalah hal yang paling bersifat teknikal diantara 4 tantangan yang lain, dan berhubungan dengan aktifitas mengorganisir knowledge yang telah diidentifikasi dan mengintegrasikannya kedalam perusahaan.

Knowledge Management Lifecycle dapat diterapkan pada konteks teknologi informasi dari sistem knowledge management. Berdasarkan model siklus knowledge management lifecycle terdapat empat tahapan yaitu creation, storage atau retrieval, transfer dan application.

Proses creation adalah proses identifikasi knowledge yang ada di perusahaan, serta usaha memunculkan knowledge baru dari proses pembelajaran. Model ini menyadari bahwa knowledge creation di organisasi melibatkan interkasi yang berkelanjutan diantara tacit dan explicit knowledge serta bergerak secara spiral ketika knowledge berpindah melalui individu, kelompok dan organisasi. Nonaka dan Takeuchi telah mengidentifikasikan empat model dari knowledge creation yaitu socialization, externalization, combination dan internalization. Model ini dikenal sebagai model SECI.
Proses storage atau retrieval, yaitu kegiatan penyimpanan knowledge ke dalam bentuk yang dapat dengan mudah diakses dan diambil lagi pada lain waktu.
Proses berikutnya adalah pengambilan dan transfer knowledge yang telah tersimpan dalam basis knowledge, baik itu antara individu, kelompok, organisasi, ataupun dari dokumen yang tersimpan.
Proses application merupakan proses pengaplikasian dari knowledge hingga knowledge bisa digunakan. Menurut Alavi dan Leidner aspek penting dari teori berbasis knowledge dari suatu organisasi adalah bahwa sumber dari keunggulan kompetitif berada dalam knowledge application dan bukan dalam pengetahuan itu sendiri. Dalam hal ini peran teknologi dapat mendukung knowledge application dengan melekatkan pengetahuan ke dalam rutinitas organisasi.

Rabu, 09 Mei 2012

Membuat Hotspot untuk mengakses Intranet pada Jaringan Local

Hotspot adalah layanan WIFI yang memungkinkan user bergerak/mobile dalam mengakses layanan yang ada pada jaringan baik itu Intranet maupun internet, baik itu menggunakan notebook dengan fasilitas WIFI maupun device lain seperti PDA, Communicator dan lain-lain

Alat dan Bahan :
1. Cabel UTP Cat 5
2. Komputer
3. Switch/Hub
4. Access Point
5. Mikrotik




1. Setting IP computer kita satu network dengan ip di mikrotik (IP mikrotik 192.168.1.1/24 dan ip di computer 192.168.1.10/24)
2. Login Ke mikrotik dengan menggunakan winbox (download winbox di mikrotik.co.id)
· Connect To :192.168.1.1 (ip mikrotik) atau cukup kita klik tombol tanda … kemudian kita connect berdasarkan ip or mac address
· Login : masuk user name kita (misalnya admin)
· Password : masukkan password dari user
· Terakhir klik menu connect


3. Tampil menu mikroitk



4. Pada bagian kotak dialog New Radius Server,
· Klik bagian hotspot dengan memberi tanda √,
· Kemudian pada Address isikan 127.0.0.1
· setelah itu pada secret isikan password server radius yang diinginkan misalnya tasmi_ganteng
5. Pada winbox klik menu IP kemudian klik HOTSPOT,
· Klik bagian Tab Server
· Klik SETUP
· kemudian pada kolom hostpot setup pilih interface yang akan dijadikan HOTSPOT (pada modul ini interface diberi nama HOTSPOT)
· Klik tombol NEXT



6.Menentukan IP yang akan dijadikan HOTSPOT (biasanya akan muncul otomatis sesuai dengan ip yang kita masukkan di awal) kemudian Klik tombol NEXT



7.Menentukan range IP dijadikan HOTSPOT untuk client (sudah setting di bagian address pool di prktikum 3) maka langsung saja Klik tombol NEXT



8. Di bagian select hotspot SSL certifate pilih NONE kemudian Klik tombol next
9. Di menu select SMTP server kita klik tombol NEXT
10. Setting DNS untuk hotspot (akan muncul otomatis karena sudah kita setting diawal ) Klik tombol NEXT



11. Setting DNS untuk layanan Hotspot (misalnya tasmi.unsri.ac.id) kemudian klik Tombol NEXT



12. Setting user untuk login hotspot (defaultnya adalah admin dan masukan passwordnya terserah anda misalnya 123) Klik tombol NEXT



13. Finish



14. Pada winbox klik menu IP ----HOTSPOT,
· Kilk Tab USER,
· Klik tombol PLUS warna merah
· Masukan user dibagian USERNAME dan password dikolom PASSWORD

· Kemudian klik tombol OK (untuk membatasi user dan memasukan MAC address user cukup anda
klik dikolom profil dan kolom MAC untuk memasukkan MAC)

Percobaan Setting Radio Wireless
1. Buka program browser yang ada pada computer anda, misalnya opera, mozilla firefox, ataupun internet explorer.
2. .Tuliskan alamat http://192.168.1.245
3. Login sebagai administrator, bagaian usermane di kosongkan dan di bagaian password ketikan admin kemudian login
4. Menu Setup
· Device name diisi dengan nama wirelessPrak
· Configurasi type
· Pilih static IP
· Masukkan alamat IP yang akan diikuti (192.168.1.200)
· Masukkan subnetmask dan gateway (255.255.255.0 dan 192.168.1.1)
· Kemudian click save – setting
· Pada AP mado pilih “ access point “
5. Menu ‘wireless’:
· Pada menu made = pilih mixed
· Pada menu network name ( SSID ) = “Wireless_Praktikum”
· Pada menu channel = pilih channel yang free
· Lihat pada menu status untuk melihat konfigurasinya
6. Menu Administrator
· Dibagian Manajemen masukan password untuk radio
7. Kemudian lepaskan kabel UTP dari PC ke linksys
8. Hubungkan dengan dengan Kabel UTP dari Server ke Linksys
9. Testing dari sisi Client Aktifkan network connection wireless dan klik view wireless network Klik nama wireless milik kita dan connectkan.
Free Backlinks
Personal Portal © 2012. Design by :Dedy Moelyono